Beranda Liga 1 Mauro Jeronimo Resmi Jadi Pelatih Borneo FC untuk Musim 2026/27

Mauro Jeronimo Resmi Jadi Pelatih Borneo FC untuk Musim 2026/27

6
0
Mauro Jeronimo Resmi Jadi Pelatih Borneo FC
Mauro Jeronimo

Borneo FC Samarinda resmi membuka lembaran baru menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027. Klub kebanggaan masyarakat Samarinda yang berjuluk Pesut Etam ini mengumumkan penunjukan Mauro Jeronimo sebagai pelatih kepala baru. Juru taktik asal Portugal tersebut hadir untuk menggantikan posisi Fabio Lefundes yang baru saja berpisah dengan tim pada 7 Juni lalu.

Kehadiran pelatih berusia 39 tahun itu menjadi tanda dimulainya proyek jangka panjang Borneo FC. Manajemen tidak hanya melakukan pergantian di kursi kepelatihan, tetapi juga menjalankan perubahan besar dalam struktur tim demi membangun kekuatan yang lebih segar dan kompetitif.

Alasan Borneo FC Memilih Mauro Jeronimo

Penunjukan Mauro Jeronimo sebagai nakhoda baru tentu bukan tanpa pertimbangan matang. Manajemen Pesut Etam kepincut dengan rekam jejaknya yang dinilai sudah sangat mengenali atmosfer sepak bola di kawasan regional.

Melalui unggahan di akun Instagram resmi klub, Borneo menegaskan bahwa kombinasi pengalaman dan ambisi sang pelatih menjadi alasan utama di balik keputusan ini.

“Berbekal pengalaman melatih di kompetisi Asia dan ASEAN, pelatih asal Portugal ini hadir membawa visi, karakter, dan ambisi besar untuk membawa Pesut Etam terus bersaing di level tertinggi. Perjalanan baru dimulai. Tantangan baru menanti. Kita satukan langkah, bekerja lebih keras, dan memburu prestasi demi kejayaan Samarinda!! MANYALA!,” tulis Borneo FC dalam takarir unggahan akun Instagram resminya @borneofc.id (11/6/2026).

Kehadiran Mauro Jeronimo diharapkan tidak hanya memberikan perubahan dari sisi strategi di atas lapangan, tetapi juga menyuntikkan mentalitas juara yang baru ke dalam skuad. 

Baca Juga: Shin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Persija, Ini Janjinya ke Jakmania

Perombakan Staf Kepelatihan dan Skuad 

Era baru Pesut Etam benar-benar ditandai dengan perombakan total. Mauro Jeronimo tidak akan bekerja sendirian. Ia akan didampingi oleh kombinasi wajah lama dan darah segar di jajaran staf kepelatihan.

Di posisi asisten pelatih, ada trio Sultan Samma, Eudald Rosell, dan Pedro Javier. Sektor penjaga gawang dipercayakan kepada Joao Gabriel, sementara fisik pemain akan digembleng oleh Claudio Da Costa. Tak ketinggalan, analisis taktikal tim akan dibantu oleh duet analis Chu Viet Hoang dan Rosyid Aji.

Namun, kejutan terbesar justru datang dari komposisi pemain. Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat ada 15 pemain yang resmi angkat kaki dari Samarinda. Nama-nama seperti Mohammad Khanafi, Syahrul Trisna, Mohammad Anez, Ahmad Agung, Alfharezzi Buffon, Christophe Nduwarugira, Daffa Fasya, Ikhsannul Zikrak, Ardi Idrus, Cleylton Santos, Kaio Nunes, Koldo Obieta, Kei Hirose, Muhammad Sihran, hingga legiun asing seperti Mariano Peralta kini tak lagi berseragam oranye.

Eksodus massal ini mempertegas bahwa Borneo sedang melakukan cuci gudang besar-besaran demi membangun ulang skuad dari nol, menyesuaikan dengan filosofi bermain yang akan dibawa oleh Jeronimo.

Misi Berat di Empat Kompetisi Sekaligus

Tugas yang menanti Mauro Jeronimo di musim 2026/2027 bisa dibilang sangat menantang. Dengan skuad yang hampir separuhnya diisi oleh wajah-wajah baru, mereka harus langsung tancap gas menghadapi jadwal padat di empat kompetisi berbeda.

Borneo FC dijadwalkan akan bertarung di dua kompetisi domestik, yaitu BRI Super League dan Piala Liga. Selain itu, mereka juga mengemban misi membawa nama Indonesia di kancah internasional melalui ajang AFC Challenge League dan ASEAN Champions Cup.