Beranda Profil 3 Alasan Kenapa Nazriel Alfaro Layak Jadi MOTM Piala Dunia U-17

3 Alasan Kenapa Nazriel Alfaro Layak Jadi MOTM Piala Dunia U-17

5
0
Nazriel Alfaro

Penampilan Nazriel Alfaro saat Timnas Indonesia U-17 menghadapi Honduras U-17 di laga pamungkas Grup H Piala Dunia U-17 2025 langsung mencuri perhatian publik sepak bola nasional. 

Meski tidak mencetak gol, gelandang muda Persib Bandung itu justru menjadi pusat permainan Garuda Muda dan akhirnya dinobatkan sebagai Man of the Match pada pertandingan yang digelar di Aspire Zone, Doha, Senin 10 November 2025.

Penghargaan tersebut bukan hadiah belas kasihan ataupun sekadar formalitas. Nazriel benar-benar tampil sebagai sosok paling berpengaruh di lapangan, memainkan peran penting saat Indonesia mencetak kemenangan perdana dalam sejarah keikutsertaan di Piala Dunia U-17.

Nazriel Alfaro
Sumber Gambar: instagram.com/persib

Berikut tiga alasan kuat yang membuat Nazriel Alfaro layak menyabet gelar Man of the Match.

1. Dominasi Lini Tengah yang Bikin Honduras Kewalahan

Sejak menit awal, Nazriel Alfaro menunjukkan kontrol yang matang terhadap ritme permainan. Ia tampil disiplin, tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, dan berkali-kali berhasil memutus serangan Honduras yang mengandalkan kecepatan di sektor sayap. 

Pergerakannya yang cerdas membuat alur passing Indonesia tetap hidup dan stabil, sehingga Garuda Muda bisa menguasai bola lebih lama dan menekan balik lawan.

Dalam laporan resmi klub, Persib menegaskan bahwa penampilan impresif Nazriel di lini tengah menjadi kunci permainan Timnas U-17 meski ia tidak menyumbang gol. 

Rentetan intersep, akurasi passing yang tinggi, serta kemampuannya menjaga jarak antar lini menjadikan Honduras kesulitan membangun serangan bersih.

Nazriel juga mampu bermain sebagai pengatur tempo, menyesuaikan intensitas permainan saat tim membutuhkan ketenangan maupun momentum untuk menyerang. 

Untuk ukuran pemain muda, ketenangan seperti itu jarang ditemukan. Performa ini pula yang membuat publik menyebutnya sebagai salah satu gelandang paling menjanjikan di angkatan U-17 Indonesia.

Baca juga: 3 Pemain Terbaik Timnas Indonesia U-17 yang Punya Masa Depan Cerah

2. Performa Stabil di Momen Krusial

Pertandingan melawan Honduras bukan laga biasa. Setelah dua pertandingan sebelumnya berakhir dengan hasil mengecewakan, duel ini menjadi penentuan nasib Indonesia di fase grup. 

Dalam tekanan seperti itu, banyak pemain muda biasanya tampil gugup, tetapi tidak dengan Nazriel. Ia justru tampil menjadi figur paling stabil di lapangan. 

Tekanan laga pamungkas tak membuatnya goyah. Setiap kali Indonesia kehilangan bola, Nazriel bergerak cepat untuk menutup ruang. Saat mendapatkan bola, ia tidak terburu-buru, memilih opsi terbaik, dan menjaga alur agar tim tetap dalam struktur permainan.

Tim pelatih pun memberikan kepercayaan penuh sejak awal hingga akhir turnamen. Dalam catatan berbagai laporan, Nazriel menjadi salah satu pemain yang paling konsisten menit bermainnya selama fase grup. Kepercayaan itu terbayar lunas dengan performa puncaknya di laga terakhir.

Pengakuan performa stabilnya juga datang dari Nazriel sendiri. Dalam pernyataannya, ia mengucapkan terima kasih kepada staf pelatih yang mempercayainya sejak awal pembentukan tim dua tahun lalu. 

Stabilitas performa seperti itu adalah indikator mental yang matang, sesuatu yang sangat penting untuk gelandang modern.

3. Jadi Fondasi Kemenangan Bersejarah Indonesia

Kemenangan 2-1 atas Honduras adalah sejarah. Untuk pertama kalinya sepanjang keikutsertaan Indonesia di Piala Dunia U-17, Garuda Muda berhasil mencatatkan kemenangan. 

Di balik dua gol yang dicetak Evandra Florasta dan Fadly Alberto, ada kerja besar Nazriel Alfaro  yang menjaga keseimbangan permainan.

Ia menjadi fondasi dari alur serangan Indonesia. Build-up bola lebih rapi, transisi bertahan lebih cepat, dan intensitas pressing lebih terukur berkat kehadirannya. 

Tanpa stabilitas lini tengah, mustahil Indonesia bisa mengembangkan permainan yang mengarah pada gol-gol kemenangan.

Nazriel juga menjadi titik referensi ketika Indonesia harus menahan laju Honduras di menit-menit akhir. Ketika stamina menurun dan tensi pertandingan meningkat, ia tetap memainkan perannya secara disiplin. 

Kehadirannya membantu tim bertahan dengan struktur, meminimalkan celah, dan memastikan kemenangan bersejarah itu tidak lepas.

Baca juga: 3 Pemain Diaspora yang Curi Perhatian di Latihan Timnas U-22

Meskipun Indonesia akhirnya gagal lolos ke babak 32 besar karena hanya finis di peringkat ketiga Grup H dan tidak masuk daftar peringkat ketiga terbaik, kontribusi Nazriel tetap menjadi sorotan utama. 

Tidak berlebihan jika penghargaan Man of the Match diberikan kepada Nazriel Alfaro, karena performanya mewakili level kesiapan seorang pemain yang sudah berpikir seperti gelandang dewasa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!