
Gol Abdul Rahman di menit akhir jadi momen paling berkesan saat PSM Makassar merayakan ulang tahun ke-110 mereka.
Di Stadion BJ Habibie, Parepare, Minggu (2/11/2025), ribuan suporter Juku Eja datang dengan harapan yang besar akan kemenangan tim tercinta di hari ulang tahun klub kesayangan mereka.
Namun, PSM justru tertinggal lebih dulu dari Madura United lewat gol Taufany Muslihuddin di menit 45+1.
Melansir dari Kompas, laga pekan ke-11 BRI Super League 2025/2026 itu berakhir imbang 1-1, hasil yang sedikit menghapus kekecewaan di momen spesial klub kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut.
Menit Akhir Babak Pertama, Gol Taufany Bungkam Parepare!
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. PSM yang tampil di kandang mencoba menekan lewat kombinasi Alex Tank dan Gledson Paixao, tapi peluang demi peluang masih melebar dari sasaran.
Sebaliknya, Madura United tampil lebih efektif memanfaatkan ruang. Menjelang akhir babak pertama, Taufany Muslihuddin jadi mimpi buruk tuan rumah.
Pemain muda Madura United itu memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper Hilmansyah untuk membawa tim tamu unggul 1-0 pada menit ke-45+1.
Gol itu membuat suasana stadion yang semula riuh berubah hening, seakan Parepare kehilangan napas sejenak.
Baca juga: Persebaya vs Persis Solo, Misi Titik Balik di GBT atau Zona Merah?
Juku Eja Bangkit! Serangan Tanpa Henti di Babak Kedua
Memasuki paruh kedua, PSM tampil jauh lebih agresif. Dukungan suporter di tribun seolah jadi bensin tambahan untuk semangat pemain.
Pelatih Juku Eja melakukan sejumlah pergantian demi menambah daya gedor, sementara Madura United lebih fokus bertahan dan sesekali mengandalkan serangan balik cepat.
Ketegangan makin terasa menjelang akhir laga. PSM terus menggempur, dan pada menit ke-88, upaya mereka akhirnya berbuah hasil.
Umpan silang dari sisi kanan gagal diantisipasi dengan sempurna oleh barisan belakang Madura United.
Bola jatuh di kaki Abdul Rahman, dan dengan satu sentuhan tenang, ia melepaskan tembakan keras menembus gawang.
Stadion BJ Habibie pun meledak. Gol penyama tersebut terasa seperti kemenangan tersendiri di hari ulang tahun PSM.
Emosi Meledak di Parepare, Saat Laga Berubah Jadi Drama!
Pertandingan ini bukan hanya soal skor. Intensitas, emosi, dan tensi di lapangan membuat laga berlangsung penuh tensi hingga akhir.
Wasit sempat menenangkan pemain dari kedua kubu yang terlibat adu argumen, sementara beberapa keputusan, termasuk potensi pelanggaran di kotak penalti, menjadi perdebatan di pinggir lapangan.
Bagi PSM, satu poin di hari jadi ke-110 memang bukan hasil ideal, tapi tetap penting untuk menjaga kepercayaan diri tim yang belakangan kesulitan konsisten.
Tambahan satu poin membawa mereka menjauh dari zona merah, sementara Madura United juga tak pulang dengan tangan hampa.
Suporter Jadi Nyawa PSM, Parepare Membara di Hari Ulang Tahun
Atmosfer di Stadion BJ Habibie sore itu jadi bukti betapa kuatnya cinta suporter terhadap PSM. Ribuan Juku Eja memenuhi tribun dengan koreografi merah dan chant yang tak pernah berhenti.
Meski sempat terdiam saat gol Taufany bersarang, semangat mereka kembali menyala di babak kedua. Sorakan, genderang, dan nyanyian dari tribune menjadi bahan bakar tambahan bagi tim untuk terus menekan.
Bahkan setelah peluit panjang dibunyikan, para suporter tetap bernyanyi. Mereka sadar, hasil imbang di hari ulang tahun bukan akhir segalanya, melainkan simbol bahwa PSM masih punya semangat untuk bangkit bersama.
Baca berikutnya: 5 Pemain Muda yang Siap Jadi Bintang di SEA Games 2025, Generasi Baru ASEAN!
Gol Penyelamat Abdul Rahman, Tapi Masih Banyak PR di Lini Serang

Gol Abdul Rahman menyelamatkan wajah PSM, tapi juga menjadi pengingat bahwa masih banyak yang perlu dibenahi.
Ketajaman lini depan masih menjadi masalah utama, sementara koordinasi lini belakang kerap membuat lawan mampu menciptakan peluang berbahaya.
Madura United pun mendapat pelajaran berharga. Mereka nyaris mencuri kemenangan di Parepare, namun kehilangan fokus di menit-menit akhir membuat dua poin melayang.
Konsistensi hingga peluit panjang tetap jadi pekerjaan rumah bagi skuad asuhan pelatih mereka.
Satu Poin di Hari Ulang Tahun, Simbol Kebangkitan Juku Eja
Skor akhir 1-1 terasa adil bagi kedua tim. Madura United unggul lebih dulu lewat Taufany (45+1’), sementara PSM menutup drama lewat gol Abdul Rahman (88’).
Momen ini menegaskan bahwa semangat Juku Eja tak pernah padam, apalagi di depan publik sendiri.
Parepare kembali jadi saksi drama penuh emosi, di mana gol telat mengubah sorak kecewa menjadi tepuk tangan lega.
Ulang tahun ke-110 memang tak berujung kemenangan, tapi PSM tetap pulang dengan kebanggaan. Gol Abdul Rahman bukan sekadar penyelamat, tapi simbol semangat Juku Eja yang tak pernah padam di tanah sendiri.
Dengan hasil ini, PSM Makassar menempati posisi ke-14 klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan 9 poin, sementara Madura United berada di urutan ke-12 dengan 10 poin.








