
Hasil Persik vs Persebaya pada lanjutan pekan ke-12 BRI Super League 2025/2026 berakhir imbang 1-1. Laga penuh gejolak bertajuk Derby Jawa Timur ini berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat (7/11/2025) malam WIB. Pertandingan ini diwarnai kontroversi besar, melibatkan penggunaan Video Assistant Referee (VAR) yang berujung pada pengusiran pemain kunci Persebaya, Francisco Rivera.
Meskipun Hasil Persik vs Persebaya hanya memberikan satu poin bagi masing-masing tim, drama di lapangan meninggalkan banyak evaluasi taktis dan perdebatan sengit terkait keputusan wasit.
Alur Pertandingan Persik vs Persebaya
Hingga jeda babak pertama, kedua tim bermain relatif berimbang tanpa gol tercipta. Intensitas serangan baru memuncak setelah turun minum.
Persebaya Surabaya, yang bertindak sebagai tim tamu, berhasil memecah kebuntuan lebih dulu. Gol tercipta di menit ke-54 melalui Arief Catur Pamungkas. Arief dengan sigap melakukan follow-up bola muntah hasil tepisan kiper Leo Navacchio, membawa Bajul Ijo unggul 0-1.
Keunggulan Persebaya tak bertahan lama. Sepuluh menit berselang, tepatnya di menit ke-63, Persik Kediri segera memberikan respons. Serangan balik cepat dari sisi kiri diakhiri dengan umpan silang akurat dari Ezra Walian yang berhasil ditanduk keras oleh striker asing mereka, Jose Enrique. Kedudukan kembali seimbang 1-1.
Terjadinya Kontroversi VAR dan Kartu Merah terhadap Rivera
Momen paling krusial yang mengubah alur permainan terjadi di menit ke-76. Gelandang serang andalan Persebaya, Francisco Rivera, terlibat kontak fisik dengan pemain Persik, Yusuf Meilana. Setelah wasit meninjau tayangan ulang melalui VAR, Rivera diganjar kartu merah langsung karena dinilai melakukan tindakan pemukulan.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari staff official Persebaya. Dilansir Antara News, Pelatih Persebaya, Eduardo Perez, secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya.
“Kami merasa bahwa VAR musim ini belum memberikan keadilan bagi tim kami.” Jelas Eduardo usai pertandingan.
Ia menambahkan, kontak fisik adalah hal wajar dalam sepak bola.
“Namun, ketika VAR memutar tayangan dalam gerak slow motion, insiden kecil bisa terlihat seperti pelanggaran keras. VAR terlalu sensitif terhadap kontak ringan,” kritiknya.
Eduardo menegaskan bahwa timnya akan segera bangkit.
“Saya menghormati semua pendapat. Kami akan bekerja keras dan menyiapkan tim untuk meraih tiga poin di pertandingan berikutnya,” tuturnya.
Sementara di kubu Persik, Pelatih Ong Kim Swee, mantan pelatih Timnas Malaysia, juga mengungkapkan kekecewaannya meski timnya meraih hasil imbang.
“Target utama kami adalah meraih tiga poin penuh, sayangnya kami hanya bisa mengamankan satu poin. Tentu, hasil ini mengecewakan,” kata Ong Kim Swee.
Ia memuji semangat para pemainnya yang mampu bangkit setelah tertinggal 0-1. Namun, ia menyoroti satu kelemahan krusial.
“Meskipun kami unggul jumlah pemain, kami gagal memanfaatkan kesempatan itu. Itu adalah hal yang harus segera kami perbaiki,” tambahnya.
Baginya, satu poin tetap penting, tetapi Persik harus memenangkan dua laga berikutnya untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Akibat kartu merah ini, Persebaya terpaksa bermain dengan sepuluh pemain selama kurang lebih 15 menit terakhir, termasuk injury time. Persik Kediri, di bawah asuhan Ong Kim Swee, langsung berupaya keras memanfaatkan situasi ini untuk menekan pertahanan lawan.
Baca Juga: Drama Penuh Sejarah PSBS vs Persita Badai Pasifik Menang Perdana
Ketangguhan 10 Pemain dan Aksi Pahlawan Andhika
Meskipun dalam posisi terdesak, pertahanan Persebaya tampil luar biasa disiplin dan kokoh. Sorotan utama jatuh pada kiper Andhika Ramadhani, yang menjadi penyelamat dengan serangkaian aksi gemilang.
Andhika menepis tembakan jarak dekat dari Telmo Ferreira dan menghalau berbagai ancaman berbahaya lainnya, memastikan gawangnya tidak kebobolan untuk kedua kalinya. Ketangguhan Andhika dan semangat juang sepuluh pemain di lapangan berhasil mempertahankan skor 1-1, mengamankan satu poin berharga bagi Bajul Ijo.
Sebaliknya, Hasil Persik vs Persebaya ini terasa seperti peluang emas yang terbuang bagi Macan Putih. Kegagalan Persik dalam memanfaatkan keunggulan jumlah pemain selama seperempat jam menjadi sorotan tajam, mengindikasikan perlunya peningkatan efektivitas di lini serang.
Hasil Persik vs Persebaya pada Klasemen BRI Super League
Hasil Persik vs Persebaya 1-1 ini berdampak langsung pada posisi kedua tim di papan tengah:
- Persebaya Surabaya kini mengoleksi 15 poin dan tertahan di posisi ke-9. Tambahan satu poin di laga markas lawan ini, apalagi dengan situasi kartu merah, dianggap sebagai modal moral yang kuat.
- Persik Kediri menambah koleksi poin menjadi 12 dan tertahan di peringkat ke-11. Kegagalan meraih poin penuh memperpanjang tren tanpa kemenangan mereka, membuat posisi mereka belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi.
Laga Persik vs Persebaya ini menegaskan bahwa persaingan di BRI Super League selalu penuh drama dan kejutan. Kedua tim kini harus fokus menghadapi tantangan berikutnya untuk mencapai target di musim ini.








