
Gelandang Persebaya Surabaya, Milos Raickovic menjadi motor penggerak semangat tim menjelang pertandingan pekan keenam BRI Super League 2025/2026 yang sangat dinantikan. Tim berjuluk Bajul Ijo ini dijadwalkan untuk menjamu Semen Padang di benteng kebanggaan mereka, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Jumat (19/9/2025) malam.
Pertandingan ini memiliki arti lebih dari sekadar tiga poin ini adalah laga pembuktian, penebusan, dan momentum untuk kembali ke jalur kemenangan setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari rival abadi, Persib Bandung pada pekan sebelumnya. Kekalahan tersebut meninggalkan luka, namun kini skuad Green Force bertekad mengubah kekecewaan menjadi motivasi berlipat di hadapan puluhan ribu pendukung setia mereka.
Menurut Milos Raickovic, atmosfer di dalam ruang ganti tim sudah kembali kondusif dan seluruh pemain telah mengalihkan fokus sepenuhnya untuk menghadapi tantangan dari Semen Padang. Milos Raickovic menegaskan bahwa laga kontra Kabau Sirah bukan hanya soal perbaikan posisi di papan klasemen, tetapi juga menjadi momen penting untuk mengangkat kembali mentalitas juara yang sempat goyah.
Kemenangan di kandang adalah harga mati, dan setiap pemain memahami urgensi tersebut. Laga ini dipandang sebagai titik balik yang tidak boleh disia-siakan untuk memulai kembali tren positif dan menunjukkan karakter sejati dari tim Persebaya Surabaya.
Suara Optimisme Milos Raickovic Usai Kekecewaan
Kekalahan di Bandung pekan lalu menjadi pelajaran berharga, dan kini Persebaya siap bangkit. Seruan optimisme paling lantang datang dari Milos Raickovic, yang dengan penuh keyakinan menyatakan kesiapan timnya. “Kami percaya dengan kualitas tim ini dan arahan pelatih.
Saya yakin besok kami bisa menunjukkan permainan terbaik sekaligus meraih tiga poin,” tegas Milos Raickovic pada hari Kamis (18/9/2025). Pernyataan ini bukan sekadar ucapan biasa ini adalah suntikan moral bagi rekan-rekannya sekaligus sebuah psywar ringan yang menegaskan bahwa Persebaya tidak gentar dan siap bertarung habis-habisan di lapangan hijau.
Sebagai seorang gelandang jangkar, peran Raickovic sangat vital dalam menjaga keseimbangan tim. Ia tidak hanya bertugas memutus serangan lawan, tetapi juga menginisiasi alur bola dari lini tengah. Keyakinan yang ia tunjukkan diharapkan menular ke seluruh lini, dari pertahanan hingga serangan. Fokus dan determinasi yang tinggi menjadi modal utama untuk menaklukkan Semen Padang, tim yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bagi Raickovic, laga ini adalah panggung sempurna untuk membuktikan bahwa kekalahan sebelumnya hanyalah sebuah kecelakaan kecil dalam perjalanan panjang menuju puncak klasemen BRI Super League.
Tantangan Taktis: Mengisi Kekosongan Francisco Rivera
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Persebaya dalam laga ini adalah absennya motor serangan mereka, Francisco Rivera. Gelandang serang asal Meksiko itu harus menepi akibat kartu merah yang diterimanya saat melawan Persib Bandung. Kehilangan Rivera tentu menjadi sebuah pukulan, mengingat perannya sebagai kreator utama serangan Bajul Ijo. Namun, Milos Raickovic menepis segala keraguan mengenai kekuatan tim yang akan pincang tanpanya. Ia menegaskan bahwa Persebaya memiliki kedalaman skuad yang mumpuni untuk mengatasi situasi ini.
Raickovic menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pelatih, namun ia sangat yakin bahwa siapa pun yang diturunkan akan memberikan kontribusi seratus persen. “Pertama-tama, kita lihat dulu keputusan pelatih soal posisi, siapa yang akan mengisi peran itu, karena Rivera tidak bisa main. Saya yakin akan memberikan seratus persen,” ujar gelandang berusia 32 tahun itu.
Situasi ini menuntut para pemain lain untuk tampil lebih kolektif dan mengambil tanggung jawab lebih besar dalam membangun serangan. Absennya satu bintang membuka peluang bagi pemain lain untuk bersinar dan membuktikan kualitas mereka, menjaga mesin permainan Persebaya tetap kompetitif dan berbahaya.
Sinergi Pelatih dan Pemain: Agresivitas Sejak Menit Awal
Optimisme yang digaungkan oleh Milos Raickovic berjalan selaras dengan strategi yang telah disiapkan oleh sang juru taktik, Eduardo Perez. Pelatih asal Spanyol tersebut menekankan bahwa timnya telah belajar banyak dari kesalahan di laga sebelumnya dan persiapan menuju laga kontra Semen Padang sudah sangat matang. Perez tidak ingin timnya tampil ragu-ragu. Ia menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil lebih agresif dan langsung menekan pertahanan lawan sejak peluit pertama dibunyikan.
Fokus utama tim saat ini hanya satu: meraih kemenangan di GBT. Sinergi antara visi pelatih dan semangat pemain di lapangan menjadi kunci. Gaya permainan menekan sejak awal bertujuan untuk mengontrol jalannya pertandingan, tidak memberikan kesempatan bagi Semen Padang untuk mengembangkan permainan mereka, dan yang terpenting, mencetak gol cepat untuk meningkatkan kepercayaan diri. Strategi ini diharapkan mampu meredam perlawanan tim tamu dan membuka jalan bagi Persebaya untuk mendominasi pertandingan dari awal hingga akhir.
Kekuatan Ganda dari Tribun: Energi Bonek di GBT
Faktor terakhir yang menjadi kunci kebangkitan Persebaya adalah kehadiran suporter fanatik mereka, Bonek dan Bonita. Puluhan ribu pendukung yang akan memadati Stadion Gelora Bung Tomo diharapkan menjadi pemain ke-12 yang memberikan energi tambahan bagi tim. Pelatih Eduardo Perez mengakui betapa pentingnya dukungan suporter untuk mendongkrak performa dan semangat juang para pemain di lapangan. Gemuruh suara dari tribun GBT akan menjadi intimidasi bagi tim lawan sekaligus suntikan moral yang tak ternilai bagi Green Force.
Para pemain, termasuk Milos Raickovic, sangat antusias untuk kembali bermain di hadapan publik sendiri. “Kаmі sudah tіdаk ѕаbаr bеrmаіn lаgі dі depan ѕuроrtеr sendiri. Tentu kami ingin menang dan mempersembahkan tiga poin untuk mereka,” ujar Eduardo Perez, menyuarakan isi hati seluruh tim. Kemenangan bukan hanya untuk tim, tetapi juga sebagai persembahan untuk loyalitas tanpa batas yang ditunjukkan oleh Bonek dan Bonita. Dengan semangat yang membara dan dukungan penuh dari tribun, Persebaya memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadikan laga ini sebagai titik awal kebangkitan mereka.








