Beranda Liga Indonesia 7 Pelatih Gugur di Super League 2025/2026, Terbaru Ong Kim Swee

7 Pelatih Gugur di Super League 2025/2026, Terbaru Ong Kim Swee

17
0
Ong Kim Swee, salah satu pelatih gugur di Super League 2025/2026
Ong Kim Swee, jadi salah satu pelatih gugur di Super League 2025/2026 (instagram.com/persikfcofficial)

Pertandingan BRI Super League 2025/2026 baru memasuki pertengahan musim, tetapi dinamika pergantian pelatih berlangsung sangat cepat. Hingga pekan ke-14, tercatat sudah tujuh pelatih gugur atau berpisah dengan klubnya masing-masing. Alasan perpisahan pun beragam, mulai dari performa yang menurun, perbedaan visi dengan manajemen, hingga keputusan menerima tawaran pekerjaan lain.

Deretan perubahan ini menegaskan betapa tingginya tekanan di Liga Indonesia, di mana setiap pertandingan bisa menentukan nasib seorang pelatih. Berikut daftar lengkap pelatih gugur di BRI Super League 2025/2026, termasuk nama terbaru, Ong Kim Swee.

1. Bernardo Tavares (PSM Makassar)

Bernardo Tavares mengakhiri masa baktinya pada 1 Oktober 2025 setelah 3,5 tahun bersama Juku Eja. Dikutip dari laman resmi PSM Makassar, klub menyebut keputusan ini diambil dengan penuh hormat.

“PSM Makassar dengan ini secara resmi mengumumkan perpisahannya dengan Bernardo Tavares sebagai Pelatih Kepala. Klub menghormati keputusan yang telah diambil dan mengucapkan terima kasih atas prestasi selama kurang lebih 3,5 musim.”

Selama masa kepemimpinannya, Bernardo Tavares dikenal sebagai arsitek kebangkitan PSM. Ia pernah membawa Juku Eja menjuarai Liga 1 2022/2023, menjaga stabilitas tim di papan atas, serta memberi identitas permainan yang kuat. Perpisahan ini pun menjadi salah satu momen pelatih gugur yang paling mengejutkan di awal musim

2. Eduardo Almeida (Semen Padang FC)

Semen Padang FC memutuskan kerja sama dengan Eduardo Almeida pada 8 Oktober 2025 setelah performa buruk yang membuat klub terancam zona degradasi. Berdasarkan laman resmi klub, CEO Semen Padang, Win Benardino, menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan penuh penghormatan.

“Setelah evaluasi bersama, kami sepakat mengakhiri kerja sama dengan Coach Eduardo Almeida. Hak-hak kontrak akan dipenuhi sepenuhnya oleh manajemen.”

Demi mempercepat kebangkitan, manajemen Kabau Sirah langsung bergerak cepat. Hanya berselang dua hari dari perpisahan Almeida, Semen Padang FC resmi menunjuk pelatih asal Serbia, Dejan Antonic, sebagai pelatih kepala baru pada 10 Oktober 2025.

3. Peter de Roo (Persis Solo)

Peter de Roo menjadi salah satu pelatih gugur yang paling cepat berpisah dengan klubnya pada musim ini. Manajemen Persis Solo menonaktifkan pelatih asal Belanda tersebut setelah rentetan hasil buruk di awal kompetisi.

Keputusan itu diumumkan menjelang laga Derby Mataram melawan PSIM Yogyakarta pada Sabtu, 8 November 2025. Performa yang tidak kunjung membaik membuat Persis membutuhkan perubahan taktik secara cepat. Asisten pelatih Titan Wulung Suryanta kemudian ditunjuk sebagai pelatih sementara.

4. Angel Alfredo Vera (Madura United)

Pelatih asal Argentina ini dikenal sebagai spesialis penyelamat tim. Namun bersama Madura United, performanya tidak sesuai target klub yang mengincar papan atas. Setelah kekalahan telak di laga tandang, Alfredo Vera resmi berpisah dengan Laskar Sape Kerrab pada 10 November 2025.

Keputusan tersebut bukan semata karena performa buruk, melainkan bagian dari roadmap jangka panjang klub. Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, menjelaskan bahwa Alfredo Vera akan dialihkan menjadi direktur teknik.

“Kami mengganti Alfredo Vera bukan karena gagal, tetapi ini bagian dari rencana jangka panjang yang dibahas dalam RUPS sejak Agustus 2025.” ujar AQ dikutip ileague.

5. Mario Lemos (Persijap Jepara)

Persijap Jepara resmi berpisah dengan Mario Lemos pada akhir November 2025 setelah tim kesulitan menembus papan tengah. Kekalahan beruntun, terutama di laga tandang, membuat posisi mereka semakin rawan. Manajemen mengumumkan bahwa keputusan ini dilakukan secara baik-baik.

Sebagai penggantinya, Danang Suryadi ditunjuk sebagai caretaker untuk memimpin tim sementara waktu. Persijap juga akan segera mengumumkan struktur kepelatihan baru untuk melanjutkan persiapan mereka.

Baca Juga: Strategi Jitu PSIM Lawan Persija di GBK Tanpa Ze Valente

6. Eduardo Perez (Persebaya Surabaya)

Persebaya tampil tidak konsisten sepanjang musim ini. Laga Derby Jatim melawan Arema FC pada Sabtu, 22 November 2025 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, yang berakhir imbang 1-1, menjadi laga terakhir bagi Eduardo Perez.

Manajemen Persebaya melakukan evaluasi dari hasil tersebut dan secara resmi memutus kontrak pelatih asal Spanyol tersebut. Hasil yang tidak konsisten selama enam bulan terakhir menjadi alasan utama. Pihak klub kini fokus mengurus legalitas untuk mendatangkan pelatih pengganti yang baru.

7. Ong Kim Swee (Persik Kediri)

Pelatih asal Malaysia ini menjadi nama terbaru dalam daftar pelatih gugur. Persik Kediri mengumumkan perpisahan jelang kick-off laga pekan ke-14 melawan Semen Padang pada Kamis, 27 November 2025.

Perpisahan ini berlangsung secara damai. Ong Kim Swee memutuskan kembali ke Malaysia setelah menerima tawaran untuk melatih tim nasional, sebuah langkah karier yang dihormati manajemen Persik.

itulah tujuh pelatih gugur di BRI Super League 2025/2026 hingga pekan ke-14. Pergantian cepat ini menjadi bukti bahwa persaingan musim ini begitu ketat, dan setiap klub berusaha mengambil keputusan terbaik demi menyelamatkan musim mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!