
Pelatih Indra Sjafri resmi mencoret tiga pemain diaspora dari pemusatan latihan di Jakarta dalam persiapan Timnas Indonesia U-22 menuju SEA Games 2025 setelah melalui proses seleksi yang ketat.
Ketiga nama tersebut adalah Reycredo Bukit, Luke Xavier Keet, dan Muhammad Mishbah. Mereka sebelumnya datang untuk mengikuti proses seleksi karena masa FIFA Matchday memungkinkan pemain dari klub luar negeri kembali tanpa surat pemanggilan resmi.
Keputusan ini cukup menyita perhatian publik. Pasalnya, Indra selama ini dikenal sebagai pelatih yang terbuka terhadap kehadiran pemain diaspora. Namun pada momen kali ini, ia menegaskan bahwa kebutuhan tim berada pada fase yang sangat spesifik.
Dengan waktu persiapan menuju SEA Games yang semakin sempit, hanya pemain yang benar-benar siap tampil yang bisa diprioritaskan.
Indra juga memastikan bahwa pencoretan ini bukan berarti ketiga pemain tersebut tidak punya kualitas. Justru sebaliknya, ia mengakui bahwa mereka memiliki potensi besar. Namun, potensi saja tidak cukup ketika target terdekat adalah turnamen penting yang menuntut kesiapan instan.
Berikut gambaran lengkap mengenai ketiga pemain diaspora yang dipulangkan dan alasan di balik keputusan tersebut.
Reycredo Bukit

Reycredo Bukit termasuk salah satu pemain diaspora yang hadir mengikuti seleksi di Jakarta. Ia mendapat ruang untuk membuktikan kemampuan dalam sesi latihan, tes internal, serta uji penilaian kinerja yang dilakukan tim pelatih.
Dalam konferensi pers, Indra menjelaskan bahwa setiap pemain yang hadir melalui jalur diaspora diperlakukan sama seperti pemain lokal. Mereka diberi kesempatan untuk menunjukkan kualitas dalam periode seleksi.
Meski demikian, hasil evaluasi menunjukkan bahwa performa Reycredo pada tahap ini belum memenuhi kebutuhan Timnas U-22. Penilaian itu mencakup berbagai aspek yang diuji selama internal game.
Indra tidak menjabarkan detail teknis, namun menegaskan bahwa kebutuhan utama saat ini adalah pemain yang langsung bisa dipakai untuk persiapan jangka pendek menuju SEA Games.
Pencoretan ini tidak menutup pintu baginya ke depannya. Indra hanya mengembalikan Reycredo ke klub, bukan menutup peluang untuk masa depan. Jika performanya meningkat dan konteks tim berubah, ia tetap berpeluang masuk radar berikutnya.
Baca juga: 3 Pemain Terbaik Timnas Indonesia U-17 yang Punya Masa Depan Cerah
Luke Xavier Keet

Luke Xavier Keet adalah pemain diaspora yang paling banyak mendapat sorotan ketika datang ke TC Timnas U-22. Kehadirannya muncul setelah tim mendapatkan informasi bahwa ada pemain yang bermain di luar negeri dan tertarik ikut seleksi.
Indra menegaskan bahwa pihaknya “welcome” terhadap informasi tersebut dan mempersilakan Luke datang selama masa FIFA Matchday.
Namun, sama seperti dua pemain diaspora lainnya, Luke harus melewati serangkaian tes sebelum benar-benar dinilai layak masuk skuad. Dalam internal game dan penilaian tim pelatih, ia belum dapat memenuhi standar performa yang dibutuhkan untuk persiapan jangka pendek.
Indra menjelaskan secara tegas bahwa waktunya sangat pendek. Oleh karena itu, ia hanya bisa memilih pemain yang siap membantu tim saat ini.
Karena itu, Luke akhirnya dipulangkan. Meski dicoret, Indra menyebutkan bahwa Luke punya potensi, hanya saja potensi itu belum cukup untuk kebutuhan mendesak tim.
Muhammad Mishbah

Nama terakhir yang dipulangkan adalah Muhammad Mishbah. Sama seperti dua pemain diaspora lainnya, Mishbah datang mengikuti seleksi tanpa pemanggilan resmi ke klub. Ia diberi kesempatan untuk ikut latihan, menjalani item test, dan terlibat dalam internal game sebagai bagian dari proses validasi.
Tim pelatih menilai performanya belum berada pada level yang diperlukan. Tidak ada pernyataan negatif dari Indra tentang kualitas Mishbah, yang ditekankan hanya timeline tim yang semakin dekat dengan turnamen.
Pemain yang masuk skuad harus siap berkontribusi secara langsung dalam waktu singkat. Karena itu, Mishbah menjadi bagian dari trio diaspora yang dipulangkan.
Baca juga: Bukan Main! Mali Bawa Gelandang MU untuk Lawan Timnas U-22 Indonesia
Uji Coba Indonesia vs Mali Jadi Fase Penentuan
Setelah pemangkasan ini, fokus utama Timnas U-22 adalah dua pertandingan uji coba melawan Mali U-22.
Indra menyebut bahwa dua laga tersebut akan menjadi sarana evaluasi penting untuk menilai siapa yang layak masuk ke skuad SEA Games 2025.
Pertandingan ini akan memberikan gambaran nyata tentang kesiapan individu maupun tim sebelum mengerucutkan daftar pemain.
Indra optimistis bahwa laga ini dapat membantu menentukan komposisi terbaik. Dari sana, tim pelatih bisa melihat performa pemain secara langsung di situasi pertandingan 2×45 menit, bukan hanya melalui latihan.








