
Persebaya tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir di BRI Super League 2025/2026 menjadi topik hangat di kalangan penggemar dan pemerhati sepak bola nasional. Tentu saja, hasil ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi tim sekelas Persebaya Surabaya yang dikenal selalu menargetkan posisi papan atas klasemen.
Tiga pertandingan tanpa meraih poin penuh ini jelas bukan kondisi ideal bagi Bajul Ijo. Namun, di tengah badai kritik dan hasil yang kurang memuaskan, pelatih Eduardo Perez berupaya keras meredam kekhawatiran yang muncul. Ia bahkan mengklaim bahwa kondisi moral para pemain masih dalam keadaan baik-baik saja.
Persebaya Tanpa Kemenangan dan Rentetan Hasil yang Mengecewakan
Kondisi tim yang sedang tidak baik-baik saja ini diawali sejak akhir September hingga pekan terakhir Oktober 2025. Terdapat tiga hasil pertandingan yang membuat para pendukung Persebaya, yaitu Bonek, merasa sangat kecewa dan mulai melontarkan kritik pedas di media sosial.
Berikut adalah detail tiga pertandingan di mana Persebaya Tanpa Kemenangan:
1. Hasil Imbang Kontra Dewa United (1-1)
Momen di mana Persebaya Tanpa Kemenangan dimulai adalah saat mereka bertandang ke markas Dewa United pada tanggal 26 September 2025. Dalam pertandingan tersebut, skuad asal Kota Pahlawan ini hanya mampu meraih hasil imbang dengan skor akhir 1-1. Hasil seri ini menjadi sinyal awal bahwa ada yang tidak beres dengan performa tim.
2. Kekalahan Telak dari Persija Jakarta (1-3)
Rentetan hasil negatif berlanjut ke kekalahan telak saat Persebaya menjamu rival mereka, Persija Jakarta, pada 18 Oktober 2025. Bermain di kandang sendiri, Persebaya justru harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor mencolok 1-3. Kekalahan ini menambah panjang daftar pertandingan di mana Persebaya Tanpa Kemenangan dan menjadi pukulan berat bagi mental pemain.
3. Skor Kacamata dan Kartu Merah Melawan PSBS Biak (0-0)
Pekan lalu, laga tandang ke kandang PSBS Biak pada 24 Oktober 2025 menjadi penutup dari periode Persebaya Tanpa Kemenangan tiga kali beruntun. Pertandingan ini berakhir dengan skor kacamata 0-0 yang sempat menjadi sorotan tajam. Pasalnya, dalam laga tersebut, Persebaya menerima dua kartu merah yang membuat mereka harus bermain tidak lengkap. Pelatih Eduardo Perez bahkan merasa hasil imbang 0-0 ini sudah cukup, meskipun tim sekelas Persebaya seharusnya menargetkan kemenangan di setiap pertandingan.
Baca Juga: Kartu Merah Arema FC Terbanyak, Marcos Santos Pusing
Bantahan Pelatih Eduardo Perez di Tengah Kritik Pedas
Melihat rentetan hasil yang membuat Persebaya Tanpa Kemenangan, banyak pihak yang khawatir dengan kondisi moral para pemain. Kritik tajam juga mulai membanjiri media sosial, menyoroti skuad yang dinilai tidak menunjukkan hasrat untuk meraih tiga poin di tiga laga tersebut. Terlebih lagi, tim ini diganjar total empat kartu merah hanya dalam tiga pertandingan, mengindikasikan adanya masalah dalam permainan tim hingga sering menuntaskan laga tanpa 11 pemain lengkap.
Pelatih Eduardo Perez, juru taktik asal Spanyol, dengan tegas membantah kekhawatiran tersebut dan memilih untuk fokus pada sisi positif yang ditunjukkan pemainnya. Ia menekankan bahwa moral pemainnya tetap baik, terutama setelah mereka mampu meraih satu poin saat bermain melawan sembilan pemain PSBS Biak.
“Juga moralitas setelah meraih satu poin melawan sembilan pemain,” ujar Perez pada Rabu (29/10/2025). Ia juga menambahkan bahwa pekerjaannya adalah menganalisis pertandingan dan menularkan aura positif kepada pemain, sebab para pemainnya telah bekerja sangat keras.
Perez menilai, meskipun timnya harus bermain 60 menit dengan hanya sembilan pemain di pertandingan terakhir, mereka menunjukkan semangat juang yang tinggi. Hal ini ia anggap sebagai sisi positif yang perlu dipertahankan di tengah masa sulit di mana Persebaya Tanpa Kemenangan.
Fokus Kerja Keras untuk Mengakhiri Persebaya Tanpa Kemenangan
Saat ini, Persebaya berada di posisi ke-10 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan perolehan 11 poin dari delapan laga. Catatan ini menunjukkan inkonsistensi yang nyata, dengan rincian tiga kali menang, dua kali seri, dan tiga kali kalah.
Pertandingan terdekat bagi Bajul Ijo adalah menjamu Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Minggu (2/11/2025). Momen ini menjadi kesempatan besar untuk mengakhiri periode Persebaya Tanpa Kemenangan dan kembali ke jalur kemenangan.
Namun, desas-desus muncul dari para pendukung setia, Bonek, yang dikabarkan akan melakukan aksi boikot dengan mengosongkan stadion saat laga melawan Persis Solo. Aksi ini tentu merupakan bentuk protes keras terhadap performa tim yang terus menurun.
Menanggapi kritik keras dari Bonek dan situasi yang tidak menentu, Eduardo Perez memilih untuk tidak terlalu mempedulikannya. Pelatih yang akrab disapa Coach Perez ini mengaku hanya ingin fokus pada pekerjaannya. Meskipun ia menyadari belum mampu menunjukkan hasil nyata dari perbaikan tim di lapangan, ia menegaskan timnya bekerja sangat keras untuk meraih tiga poin di setiap pertandingan.
“Setiap pertandingan berbeda. Pertandingan terakhir, tentu saja, kami ingin meraih tiga poin. Namun dalam pertandingan itu, kami harus bermain 60 menit dengan sembilan pemain,” ujar Perez lagi. Ia menggarisbawahi kesulitan tersebut, namun kembali menegaskan bahwa timnya akan bekerja sangat keras untuk bangkit dan meraih tiga poin. Misi utama mereka saat ini adalah mengakhiri periode Persebaya Tanpa Kemenangan dan kembali bersaing di papan atas liga.








