
Liga 1 musim 2025/2026 sedang jadi panggung bagi tiga tim yang tampil di level berbeda.
Mereka tak hanya konsisten meraih tiga poin, tapi juga mencatat deretan kemenangan beruntun yang mengerikan.
Stabilitas, kedalaman skuad, dan mentalitas juara jadi kombinasi yang sulit ditandingi.
Tren winstreak atau kemenangan beruntun kini menjadi indikator paling jelas dari dominasi klub papan atas.
Dari sekian banyak tim di kompetisi kasta tertinggi Indonesia, hanya tiga yang benar-benar menonjol dalam catatan sejarah, yaitu Borneo FC, Bali United, dan PSM Makassar.
Ketiganya menunjukkan bahwa Liga 1 bukan lagi soal nama besar, tapi tentang siapa yang bisa menjaga performa tanpa celah di setiap pekan.
Borneo FC

Performa Borneo FC musim ini bisa dibilang luar biasa. Tim berjuluk Pesut Etam mencatat sembilan kemenangan beruntun hingga pekan ke-11 Super League 2025/2026.
Kemenangan terakhir diraih dengan skor telak 4-0 atas Dewa United di Stadion Segiri, Samarinda (5/11/2025).
Empat gol itu dicetak oleh Mariano Peralta dengan dua gol, Christophe Nduwarugira, dan Joel Vinicius. Ketiganya kini menjadi tulang punggung serangan Borneo.
Tambahan tiga poin membuat mereka semakin kukuh di puncak klasemen dengan 27 poin, unggul tujuh angka dari Persija Jakarta yang berada di posisi kedua.
Menariknya, Borneo FC masih menyimpan satu laga tunda melawan Persib Bandung. Artinya, peluang untuk memperlebar jarak dan mencetak sejarah terbuka lebar.
Jika mereka menang atas Semen Padang di pekan berikutnya, Borneo akan menjadi tim pertama dalam sejarah Liga 1 yang mencatat 10 kemenangan beruntun sejak kompetisi ini dimulai pada 2017.
Lawan mereka kali ini, Semen Padang, berada di posisi terbawah klasemen dengan hanya empat poin dari sepuluh laga dan belum menang dalam delapan pertandingan terakhir.
Secara statistik, peluang Borneo untuk mencatat perfect ten hampir sempurna.
Baca juga: 5 Fakta Kemenangan Persib Bandung vs Selangor FC, Comeback Epik
Bali United

Sebelum Borneo FC membuat gebrakan di musim ini, Bali United sudah lebih dulu mencatat sejarah.
Pada musim 2019, tim asal Pulau Dewata itu menorehkan sembilan kemenangan beruntun yang membawa mereka menjuarai Liga 1 dengan selisih poin cukup jauh.
Di bawah asuhan Stefano Cugurra Teco, Bali United tampil efisien, disiplin, dan bermental juara.
Mereka tidak hanya unggul dalam hal kualitas pemain asing seperti Paulo Sérgio atau Spasojevic, tetapi juga memiliki sistem permainan yang matang dan konsisten.
Catatan winstreak Bali United menjadi standar baru di Liga 1. Tidak banyak tim yang mampu menjaga performa stabil sepanjang dua bulan kompetisi tanpa tergelincir.
Bahkan, rekor mereka sempat dianggap sulit disaingi sampai akhirnya PSM Makassar dan kini Borneo FC muncul dengan ambisi besar.
PSM Makassar

Tim ketiga dalam daftar ini adalah PSM Makassar, juara Liga 1 musim 2022/2023. Kala itu, Juku Eja menunjukkan bahwa kekuatan kolektif dan kerja keras bisa menumbangkan siapa pun.
Mereka menorehkan sembilan kemenangan beruntun, menyamai rekor Bali United dan menjauh dari kejaran pesaing di klasemen.
Konsistensi PSM bukan kebetulan. Dengan pelatih Bernardo Tavares yang disiplin dan pragmatis, permainan PSM dikenal rapi di lini belakang namun tetap mematikan dalam serangan balik.
Gaya permainan itu membuat mereka tampil efektif di laga-laga besar, bahkan ketika tampil tandang.
Winstreak PSM menjadi simbol kebangkitan klub luar Jawa. Hal ini membuktikan bahwa kompetisi nasional kini semakin kompetitif dan merata.
Tidak ada lagi dominasi mutlak tim ibu kota. Yang ada hanyalah perang taktik dan stamina yang menentukan siapa yang paling siap hingga akhir musim.
Baca juga: Hasil Borneo FC vs Dewa United: Pesut Etam Menang Telak 4-0
Liga 1 Semakin Panas, Rekor Lama Siap Dirusak
Kini sorotan kembali tertuju pada Borneo FC yang berpotensi menggeser dua raksasa sebelumnya.
Jika mereka mampu mengalahkan Semen Padang, catatan 10 kemenangan beruntun akan menjadi tonggak baru dalam sejarah Liga 1.
Fenomena ini menunjukkan betapa Liga 1 semakin berkembang. Klub-klub kini memiliki sistem latihan, scouting, dan rotasi pemain yang jauh lebih baik dari beberapa tahun lalu.
Dominasi tak lagi bergantung pada finansial semata, tetapi pada kemampuan menjaga konsistensi dari pekan ke pekan.
Apa pun hasilnya nanti, satu hal jelas. Era baru persaingan Liga 1 sudah tiba. Dari Bali ke Makassar hingga Samarinda, kompetisi ini kini menjadi ajang pembuktian siapa yang benar-benar pantas disebut penguasa sepak bola Indonesia.








