Beranda Liga 1 Semen Padang FC Resmi Susul PSBS Biak Degradasi ke Liga 2

Semen Padang FC Resmi Susul PSBS Biak Degradasi ke Liga 2

13
0
Semen Padang FC
Semen Padang FC (instagram.com/semenpadangfcid)

Semen Padang FC resmi menyusul PSBS Biak terdegradasi dari kompetisi Super League 2025/2026 setelah kalah tipis 0-1 dari Dewa United. Kepastian pahit ini terjadi pada pekan ke-31 yang berlangsung di Banten International Stadium, Minggu (3/5/2026) malam.

Hasil tersebut memastikan tim berjuluk Kabau Sirah harus turun kasta ke Liga Championship musim depan. Kekalahan ini sekaligus mengakhiri perjuangan mereka untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.

Jalannya Pertandingan Dewa United vs Semen Padang FC

Sejak peluit awal, Dewa United yang diasuh Jan Olde Riekerink langsung tampil menekan. Peluang pertama datang dari Jonathan Carlos Pereira, namun berhasil digagalkan kiper Semen Padang, Rendy Oscario.

Semen Padang sempat merespons melalui tendangan jarak jauh Ripal Wahyudi pada menit ke-15, tetapi bola masih mudah diamankan Sonny Stevens.

Petaka bagi Kabau Sirah datang pada menit ke-31. Berawal dari umpan terobosan Jaja kepada Jonathan di sisi kanan, pemain asal Brasil itu mengirimkan umpan silang akurat yang disambut tandukan Noah Sadaoui. Gol tersebut membawa Dewa United unggul 1-0 hingga turun minum.

Menjelang akhir babak pertama, Dewa United kembali mengancam lewat kombinasi Egy Maulana Vikri dan Alexis Messidoro yang menciptakan peluang bagi Rafael Struick, meski belum membuahkan hasil.

Memasuki babak kedua, Semen Padang tampil lebih agresif. Peluang emas sempat didapat Diego Mauricio dan Kazaki Nakagawa dalam empat menit awal, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut terbuang.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Semen Padang FC gagal mencetak gol balasan. Skor 1-0 untuk keunggulan Dewa United pun bertahan.

Baca Juga: PSBS Biak Resmi Turun Kasta Usai Dibantai Persebaya 4-0

Persaingan Ketat di Zona Degradasi

Kekalahan ini memastikan Semen Padang FC terdegradasi. Mereka berada di peringkat ke-17 dengan 20 poin dari 31 pertandingan, tertinggal sembilan poin dari Madura United di batas aman.

Secara matematis, Semen Padang masih bisa menyamai poin tersebut jika menyapu bersih sisa laga. Namun, mereka kalah dalam head-to-head, sehingga tetap dipastikan turun kasta. Dengan demikian, Semen Padang menjadi tim kedua yang terdegradasi setelah PSBS Biak.

Satu slot degradasi lainnya masih diperebutkan. Persis Solo kini berada di peringkat ke-16 dengan 27 poin, hanya terpaut tipis dari Madura United. Selain itu, PSM Makassar, Persijap Jepara, dan Persik Kediri juga belum sepenuhnya aman.

Imran Nahumarury Tegaskan Semen Padang FC Tetap Berjuang Hingga Akhir

Sepanjang musim ini, inkonsistensi menjadi masalah utama Semen Padang FC dengan catatan 21 kekalahan. Meski kecewa, pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya.

“Secara hasil kami kalah, tapi saya bangga dengan perjuangan pemain. Ada beberapa peluang yang seharusnya menjadi gol, tapi inilah sepak bola,” ujar Imran usai pertandingan. 

Ia menegaskan timnya akan tetap berjuang hingga akhir musim.

“Masih ada tiga pertandingan lagi. Kami akan terus berjuang dalam kondisi apa pun,” tambahnya.

Musim depan, tempat Semen Padang FC dan PSBS Biak di Super League akan digantikan oleh tim promosi, yakni Garudayaksa FC dan PSS Sleman. Di sisi lain, kemenangan ini membawa Dewa United ke posisi keenam dengan 50 poin, hanya terpaut dua poin dari Malut United di zona empat besar.