
Kebersamaan antara Persib Bandung dan bek tangguh asal Italia, Federico Barba, resmi berakhir. Kabar mengejutkan ini dikonfirmasi langsung oleh manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) seiring tuntasnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2025/2026.
Meski kerja sama ini tergolong singkat, kontribusi mantan pemain Como 1907 dan FC Sion tersebut sangat membekas di hati para Bobotoh. Lantas, apa sebenarnya alasan Federico Barba tinggalkan Persib Bandung di saat performanya sedang menanjak?
Masalah Keluarga Menjadi Pertimbangan Utama

Faktor utama di balik keputusan bek berusia 32 tahun ini untuk meninggalkan Persib Bandung adalah urusan keluarga yang menjadi prioritas utamanya. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh sang istri, Ester Giordano, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @ester_giordano. Ia menyebutkan bahwa keputusan besar ini murni diambil demi kebaikan dan kepentingan keluarga.
Pemain kelahiran Roma tersebut menegaskan bahwa langkahnya untuk kembali ke benua Eropa sama sekali tidak didasari oleh masalah karier sepak bola, nilai kontrak, ataupun ketidaknyamanan selama tinggal di Kota Kembang. Ia murni memilih pulang demi kedekatan dengan keluarganya yang menetap di sana. Pihak manajemen Persib Bandung pun sangat memahami situasi personal sang pemain, sehingga kedua belah pihak sepakat untuk berpisah secara baik-baik setelah kontraknya habis.
Perjalanan Singkat dan Torehan Prestasi di Persib
Federico Barba pertama kali mendarat di Bandung pada awal musim 2025/2026. Memakai nomor punggung 93, ia melakoni debutnya pada pekan kelima saat laga krusial melawan Persebaya Surabaya. Sejak saat itu, Barba langsung menjelma menjadi pilar tak tergantikan di lini pertahanan Maung Bandung berkat segudang pengalamannya di kompetisi elite Eropa.
Sepanjang musim, Barba menunjukkan performa luar biasa dan konsisten:
- Super League: Tampil dalam 28 pertandingan, mengemas 2.197 menit bermain, serta secara produktif menyumbang 5 gol dan 1 assist.
- AFC Champions League Two: Menjaga lini belakang Persib dalam 7 pertandingan internasional di kancah Asia.
Kepergian Barba juga terjadi setelah ia menepati janjinya untuk memberikan yang terbaik. Di musim tunggalnya ini, ia turut membantu Pangeran Biru mengunci gelar juara liga sekaligus mengukir sejarah emas tiga musim berturut-turut (three-peat).
Baca Juga: 4 Pemain Persib Ini Rasakan Hattrick Juara Bersama Maung Bandung
Apresiasi Tinggi dari Manajemen Persib
Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh bek bertinggi badan 1,87 meter tersebut.
“Hatur nuhun, Federico Barba. Waktu yang sangat singkat, Barba mampu menunjukkan karakter, kualitas, dan profesionalisme yang membantu tim mencapai target besar musim ini. Dia menjadi salah satu bagian penting dari sejarah yang berhasil kita ukir bersama,” ujar Adhitia dikutip laman i.League.
Manajemen menegaskan bahwa pintu Persib akan selalu terbuka lebar bagi Barba, mengingat hubungan baik dan impresi luar biasa yang ia tinggalkan selama satu musim penuh kenangan ini. Bobotoh pun melepas sang pemain dengan rasa hormat tinggi seraya mendoakan kesuksesan karier lanjutannya di Eropa.







