Beranda Liga 1 4 Alasan Joel Vinicius Tak Ragu Pilih Arema FC Meski di Papan...

4 Alasan Joel Vinicius Tak Ragu Pilih Arema FC Meski di Papan Bawah

23
0
Joel Vinicius
Joel Vinicius (instagram.com/aremafcofficial)

Joel Vinicius akhirnya angkat bicara mengenai keputusannya meninggalkan Borneo FC untuk bergabung dengan Arema FC. Kepindahan penyerang berusia 31 tahun itu menjadi salah satu manuver transfer paling mengejutkan pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026.

Pasalnya, Vinicius tengah berada dalam performa impresif bersama Borneo FC. Bersama Pesut Etam, ia tampil konsisten dan menjadi pilar penting yang membawa tim bersaing di papan atas klasemen. Namun, pada 28 Januari 2026, Arema FC resmi memperkenalkan sang striker sebagai amunisi baru mereka.

Lantas, apa yang membuat Joel Vinicius rela meninggalkan zona nyaman di klub papan atas demi menerima tantangan baru bersama Singo Edan? Berikut empat alasannya.

1. Faktor Keluarga Jadi Prioritas Utama

Bagi banyak pemain asing, kenyamanan dan masa depan keluarga kerap menjadi faktor penentu dalam mengambil keputusan besar. Hal serupa juga dirasakan oleh Joel Vinicius. Penyerang bertinggi badan 1,87 meter itu menegaskan bahwa sejak awal bermain di Indonesia, ia telah memiliki tujuan pribadi yang berkaitan erat dengan keluarganya.

“Ini bukan soal keinginan semata. Ketika saya datang ke Indonesia, saya punya tujuan untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga saya. Keputusan ini saya ambil dengan mempertimbangkan masa depan mereka,” ujar Vinicius, dikutip dari laman resmi I.League.

Ia juga menepis anggapan bahwa kepindahannya dilatarbelakangi ketidakpuasan terhadap klub sebelumnya. Menurutnya, keputusan tersebut sama sekali tidak dimaksudkan untuk membandingkan kualitas Borneo FC dan Arema FC.

“Bukan soal Borneo FC lebih bagus atau Arema FC lebih bagus. Keputusan ini saya ambil ke depan demi keluarga saya,” tambahnya.

2. Tertantang oleh Kebesaran Nama Arema FC

Meski Arema FC belum berada dalam kondisi terbaik, Vinicius mengaku tidak ragu menerima pinangan klub kebanggaan Aremania tersebut. Saat ini, Singo Edan masih tertahan di peringkat ke-11 klasemen dan berupaya keras untuk menembus kembali jajaran papan atas. 

Situasi sulit ini justru menjadi tantangan tersendiri bagi Vinicius untuk membuktikan kualitasnya dan membawa perubahan bagi tim.

“Kami tahu Arema FC sedang berjuang untuk kembali ke performa terbaiknya. Ada rangkaian hasil yang kurang maksimal, dan kami menyadari kondisi itu,” kata Vinicius.

Namun, daya tarik Arema FC sebagai klub besar dengan sejarah panjang dan basis suporter fanatik tetap menjadi magnet kuat.

“Karena Arema FC adalah tim besar dengan suporter yang fanatik. Stadion bisa penuh. Itu membuat saya ingin datang ke sini, meningkatkan level permainan, dan membantu Arema FC menjadi lebih besar,” pungkasnya.

Baca Juga: Layvin Kurzawa Jalani Latihan Perdana, Kapan Debut Bersama Persib?

3. Kepercayaan Manajemen dalam Proyek Jangka Panjang

Keseriusan Arema FC terhadap Joel Vinicius terlihat dari durasi kontrak jangka panjang yang diberikan hingga 31 Mei 2027. Langkah ini tergolong berani, mengingat usia sang pemain telah memasuki kepala tiga. Namun, manajemen menilai pengalaman dan konsistensinya masih sangat dibutuhkan.

Pada putaran pertama, Vinicius mencatatkan tujuh gol dan dua assist dari 18 pertandingan bersama Borneo FC. Catatan tersebut dinilai cukup untuk menjawab kebutuhan Arema FC di lini depan.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyebut perekrutan Vinicius merupakan hasil evaluasi menyeluruh bersama tim pelatih.

“Kami membutuhkan pemain lini depan dengan karakter menyerang yang kuat dan mampu berkontribusi secara kolektif. Joel Vinicius memenuhi kriteria tersebut, baik dari sisi kualitas maupun pemahaman terhadap kompetisi Indonesia,” jelas Yusrinal, dikutip laman resmi Arema FC.

4. Potensi Duet Maut Bersama Dalberto Luan Belo

Kehadiran Joel Vinicius juga memunculkan harapan besar di kalangan Aremania, terutama terkait potensi duet lini depan bersama Dalberto Luan Belo. Dengan dua penyerang bertipe target man asal Brasil, pelatih Marcos Santos kini memiliki opsi taktik yang lebih variatif.

Koneksi antarpemain Brasil diyakini dapat mempercepat proses adaptasi Vinicius, sekaligus meningkatkan daya gedor Arema FC dalam upaya keluar dari tren negatif.

Ujian perdana bagi sang striker pun sudah di depan mata. Arema FC dijadwalkan menjamu Persijap Jepara pada Senin, 2 Februari 2026, di Stadion Kanjuruhan, Malang. Akankah debut Joel Vinicius menjadi awal kebangkitan Singo Edan? 

Yuk, saksikan keseruan pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 dan jangan lewatkan update terbaru di Liga Konoha!