Beranda Liga 1 Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Play-off Piala Dunia 2026

Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Play-off Piala Dunia 2026

18
0
Frans Putros
foto: dok.persib

Bek andalan Persib Bandung, Frans Putros, kembali mendapatkan kepercayaan untuk memperkuat Timnas Irak. Pemain bernomor punggung 55 ini resmi dipanggil oleh Federasi Sepak Bola Irak (IFA) untuk menghadapi babak play-off antarbenua Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Meksiko.

Kabar ini menjadi angin segar, tidak hanya bagi Frans Putros, tetapi juga bagi Persib Bandung yang kini memiliki wakil di panggung internasional. Surat pemanggilan tersebut telah diterima oleh manajemen Persib dan memastikan sang pemain akan bergabung dengan skuad Timnas Irak dalam waktu dekat.

Agenda Padat di Meksiko

Berdasarkan surat resmi yang ditandatangani Sekretaris Jenderal IFA, Mohammed Farhan Obaid, Putros diminta untuk mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Irak di Monterrey, Meksiko. Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada 23 Maret hingga 2 April 2026.

Pemusatan latihan tersebut menjadi bagian penting dari persiapan Irak menghadapi laga hidup-mati di babak play-off antarkonfederasi. Tim berjuluk Singa Mesopotamia itu sebelumnya sukses menyingkirkan Uni Emirat Arab pada putaran kelima kualifikasi zona Asia, sehingga berhak melaju ke final Path 2.

Di partai penentuan nanti, Irak akan menghadapi pemenang laga antara Bolivia dan Suriname. Pertandingan final play-off dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret 2026.

Masuk Skuad Utama Graham Arnold

Nama Frans Putros masuk dalam daftar 26 pemain yang dipanggil pelatih Timnas Irak, Graham Arnold. Pemanggilan ini menunjukkan bahwa Putros masih menjadi bagian penting dalam rencana pelatih untuk menghadapi laga krusial tersebut.

Selain Frans Putros, sejumlah pemain kunci juga turut dipanggil. Di antaranya kapten tim Aymen Hussein, penyerang Ali Al Hamadi, serta dua pemain muda berbakat, Ali Jasim dan Zidane Iqbal. Kombinasi pemain senior dan muda ini diharapkan mampu membawa Irak tampil kompetitif di babak play-off.

Bagi Putros sendiri, ini merupakan kesempatan besar untuk kembali membuktikan kualitasnya di level internasional.

Baca Juga: Bobotoh Wajib Tahu! Ini Jadwal Persib Setelah Libur Idulfitri

Comeback Setelah Absen Lima Bulan

Pemanggilan kali ini terasa spesial karena menjadi yang pertama bagi Frans Putros di tahun 2026. Ia sebelumnya sempat absen cukup lama akibat cedera yang dialaminya menjelang akhir 2025.

Terakhir kali Putros memperkuat Timnas Irak adalah pada Oktober 2025, saat menjalani putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dalam pertandingan tersebut, ia tampil selama 35 menit saat menghadapi Arab Saudi.

Setelah itu, Putros harus menepi dan melewatkan beberapa agenda penting, termasuk putaran kelima melawan Uni Emirat Arab serta ajang FIFA Arab Cup 2025. Kini, ia kembali dengan kondisi yang lebih siap untuk menghadapi tantangan besar.

Peluang Lolos Piala Dunia

Kesempatan Irak untuk lolos ke Piala Dunia 2026 masih sangat terbuka. Pasalnya, mereka hanya perlu memenangkan satu pertandingan di babak final play-off antarkonfederasi.

Irak akan menghadapi pemenang antara Bolivia dan Suriname, yang sebelumnya bertanding di semifinal jalur 1. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26 Maret 2026, sebelum pemenangnya menghadapi Irak lima hari kemudian.

Dengan format satu pertandingan penentuan, tekanan tentu sangat tinggi. Namun, hal ini juga membuka peluang besar bagi Irak untuk langsung mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.

Peluang Cetak Sejarah

Jika berhasil tampil dan membantu Irak meraih kemenangan, Frans Putros berpeluang mencatatkan sejarah besar. Ia bisa menjadi salah satu pemain yang berkiprah di Liga Indonesia dan sukses membawa negaranya lolos ke Piala Dunia.

Tak hanya itu, pencapaian tersebut juga akan menjadi kebanggaan bagi Persib Bandung dan sepak bola Indonesia. Kehadiran Putros di level tertinggi bisa menjadi inspirasi bagi pemain lain di kompetisi domestik.

Kini, publik menantikan kiprah Putros bersama Timnas Irak. Laga play-off nanti akan menjadi penentu apakah ia mampu membawa Singa Mesopotamia melangkah ke panggung terbesar sepak bola dunia.