
PSIM Jogja memilih langkah produktif dalam menyikapi jeda BRI Super League 2025/2026. Alih-alih meliburkan skuad sepenuhnya, manajemen Laskar Mataram justru mengagendakan dua laga uji coba tertutup sebagai bagian dari program menjaga kebugaran dan ritme permainan tim. Langkah ini diambil agar PSIM tetap berada dalam kondisi kompetitif saat kompetisi kembali bergulir.
Jeda BRI Super League musim ini terjadi karena adanya agenda SEA Games 2025. Situasi tersebut dimanfaatkan PSIM Jogja untuk tetap menjaga intensitas tim. Dalam masa jeda ini, PSIM dijadwalkan menghadapi PSIS Semarang dan Garudayaksa FC. Kedua laga uji coba tersebut digelar secara tertutup tanpa kehadiran penonton maupun media, sehingga tim pelatih dapat melakukan evaluasi teknis dengan lebih fokus tanpa tekanan hasil akhir.
Manfaatkan Jeda BRI Super League untuk Jaga Ritme
Masa jeda kompetisi kerap menjadi momen krusial bagi klub profesional. Jika tidak dikelola dengan baik, jeda BRI Super League berpotensi membuat performa tim menurun akibat hilangnya sentuhan pertandingan. PSIM Jogja memahami betul risiko tersebut dan memilih laga uji coba sebagai solusi utama.
Manajer PSIM, Razzi Taruna, menjelaskan bahwa agenda uji tanding ini bertujuan menjaga match fitness para pemain. Selain itu, tim pelatih juga ingin memastikan intensitas permainan tetap terjaga meskipun kompetisi sedang memasuki masa rehat.
“Untuk tetap menjaga ritme permainan, kebugaran, dan intensitas bermain, salah satu cara yang kami tempuh adalah menggelar laga uji tanding,” jelas Razzi, dikutip dari laman resmi PSIM Jogja (11/12/2025).
PSIM Pilih Lawan dengan Level yang Sama atau di Atas
Selain menjaga ritme, pemilihan lawan uji coba juga menjadi perhatian utama manajemen PSIM selama jeda BRI Super League. Laskar Mataram memilih dua tim yang dinilai memiliki kualitas dan karakter permainan menantang, yakni PSIS Semarang dan Garudayaksa FC.
Laga uji coba pertama melawan PSIS Semarang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (13/12/2025), kemudian dilanjutkan dengan pertandingan kontra Garudayaksa FC pada Selasa (16/12/2025). Kedua lawan tersebut dianggap berada di level yang setara, bahkan di atas PSIM, sehingga tepat dijadikan tolok ukur kesiapan tim.
Razzi Taruna menegaskan bahwa hasil akhir bukan prioritas utama dalam agenda ini. Fokus utama tetap pada aspek internal tim.
“Kami berupaya mendapatkan lawan uji tanding yang levelnya setara atau bahkan di atas kami. Tujuan uji tanding ini bukan semata-mata mencari kemenangan, melainkan menjaga kebugaran dan mengembalikan intensitas pertandingan,” tegas Razzi.
Dua laga uji coba ini juga memberi ruang bagi pelatih Jean-Paul van Gastel untuk melakukan eksperimen taktik. Mulai dari rotasi pemain, penyesuaian formasi, hingga penerapan skema permainan baru dapat diuji tanpa risiko kehilangan poin di kompetisi resmi.
Baca Juga: Hasil Indonesia vs Myanmar 3-1: Garuda Muda Gagal ke Semifinal SEA Games
Tujuan Laga Uji Coba Tertutup
Keputusan PSIM menggelar laga uji coba secara tertutup memiliki tujuan strategis. Format ini memungkinkan tim pelatih melakukan evaluasi secara menyeluruh, termasuk mencoba pemain muda dan menyempurnakan organisasi permainan tanpa eksposur berlebihan.
Manajemen PSIM juga memastikan bahwa laga uji coba tersebut tidak dikomersialkan dan tidak dibuka untuk umum. Fokus sepenuhnya diarahkan pada aspek teknis dan kesiapan tim jelang lanjutan kompetisi.
“Uji tanding ini dilaksanakan secara tertutup. Kami tidak memiliki rencana untuk menggelar laga secara terbuka dengan penonton maupun mengomersialkannya,” pungkas Razzi.
Laga Terdekat Pasca Jeda BRI Super League
Keberhasilan PSIM Jogja memanfaatkan jeda BRI Super League akan sangat menentukan perjalanan mereka ke depan. Setelah jeda berakhir, Laskar Mataram dijadwalkan menghadapi Persijap Jepara pada pekan ke-15, Selasa (23/12/2025), di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.
Selanjutnya, PSIM akan melakoni laga tunda pekan ke-8 melawan PSBS Biak pada Selasa (30/12/2025) di Stadion Sultan Agung, Bantul. Hingga pekan ke-14, PSIM telah mengoleksi 22 poin dari enam kemenangan, empat hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Posisi di peringkat keempat klasemen sementara menjadi modal penting sekaligus tantangan untuk menjaga konsistensi. Dengan persiapan matang selama jeda BRI Super League, PSIM berharap mampu mempertahankan momentum dan terus bersaing di papan atas kompetisi.







