
Bursa calon pelatih Timnas Indonesia semakin memanas setelah federasi resmi berpisah dengan Patrick Kluivert. Nama terbaru yang mengejutkan publik adalah John Herdman, mantan arsitek Tim Nasional Kanada yang sukses membawa negara tersebut tampil di Piala Dunia 2022.
Kabar ini bukan sekadar rumor. Dikutip dari Antara News, John Herdman disebut telah masuk dalam daftar kandidat utama dan bahkan dilaporkan menjalani proses wawancara dengan perwakilan PSSI yang sedang berada di Eropa. Herdman dikabarkan bersaing ketat dengan nama besar lainnya, yaitu asisten pelatih Liverpool, Giovanni van Bronckhorst.
Lalu, siapa sebenarnya John Herdman? Dan mengapa rekam jejaknya dianggap ideal untuk memimpin skuad Garuda?
Profil dan Perjalanan Karier John Herdman

John Herdman lahir di Consett, Inggris, pada 9 Juli 1975. Menariknya, ia bukanlah mantan pesepak bola profesional. Herdman membangun karier kepelatihannya melalui jalur pengembangan olahraga dan pendidikan kepelatihan modern.
Perjalanan Herdman di level internasional dimulai ketika ia dipercaya menangani Tim Nasional Putra Selandia Baru selama lima tahun, dari 2006 hingga 2011. Meski bekerja dengan tim yang minim eksposur, Herdman mampu menunjukkan kemampuan manajemen tim yang matang dan pendekatan kepelatihan yang terstruktur.
Bersinar Terang di Kanada
Tahun 2011 menjadi titik penting dalam kariernya. Herdman pindah ke Kanada dan dipercaya melatih Timnas Putri Kanada hingga 2018. Selama memimpin tim tersebut, ia berhasil mempersembahkan dua medali perunggu Olimpiade pada tahun 2012 dan 2016, prestasi yang mengangkat reputasinya di kancah internasional.
Pada 2018, Herdman mengambil langkah besar ketika ditunjuk memimpin Timnas Putra Kanada. Dalam periode kepemimpinannya hingga 2023, ia mencatatkan 36 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 15 kekalahan dari total 58 pertandingan.
Puncak pencapaiannya adalah membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar setelah menanti selama 36 tahun. Prestasi tersebut menjadikan Herdman sebagai pelatih pertama di dunia yang berhasil membawa tim nasional wanita serta tim nasional pria dari negara yang sama tampil di Piala Dunia.
Baca Juga: Ikuti Lelang Jersey Persik Bantu Korban Bencana Sumatra
Fleksibilitas Taktik dan Pengalaman Klub
Salah satu keunggulan Herdman terletak pada fleksibilitas taktik dan kemampuannya beradaptasi dengan karakter skuad. Ia dikenal tidak terpaku pada satu formasi, melainkan menyesuaikan strategi berdasarkan kekuatan lawan dan kondisi pemain.
Di Timnas Kanada, yang diperkuat generasi emas seperti Alphonso Davies dari Bayern Munchen, Jonathan David dari Juventus, dan Tajon Buchanan dari Inter Milan, Herdman sering menggunakan sistem tiga bek seperti 3-4-3 atau 3-4-2-1. Pendekatan ini memaksimalkan kecepatan para pemain sayap, khususnya Davies, sekaligus membentuk komposisi lini depan yang eksplosif. Saat membutuhkan stabilitas pertahanan, Herdman mampu beralih cepat ke formasi empat bek seperti 4-4-2 atau 4-2-3-1.
Selain pengalaman di tim nasional, John Herdman juga pernah mencicipi ketatnya kompetisi klub di Amerika Serikat. Ia melatih Toronto FC di Major League Soccer (MLS) pada musim 2023-2024. Meskipun catatannya di MLS yaitu 17 kemenangan dari 46 laga tidak sefantastis di timnas, pengalaman ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang manajemen klub jangka panjang.
Relevansi untuk Timnas Indonesia
Pengalaman Herdman dalam membangun kultur kerja yang kuat dan mengembangkan tim nasional dari bawah menjadikannya kandidat menarik bagi PSSI. Ia terbukti mampu mengangkat kualitas permainan tim, sekaligus mencetak sejarah bersama dua tim berbeda.
Meski Kanada tersingkir di fase grup Piala Dunia 2022 dengan kekalahan dari Maroko, Kroasia, dan Belgia, performa tim di bawah kepemimpinannya tetap diapresiasi. Kekalahan tipis dari beberapa semifinalis menunjukkan bahwa Kanada mampu tampil kompetitif melawan tim-tim besar dunia.
Jika John Herdman akhirnya dipilih sebagai penerus Patrick Kluivert, tantangan awalnya adalah menerapkan standar disiplin serta mentalitas kompetitif ala Piala Dunia ke dalam skuad Garuda. Hal ini penting untuk menghadapi turnamen regional dan mengejar ambisi tampil lebih baik di kualifikasi Piala Asia maupun Piala Dunia.








