Beranda Liga 1 Klasemen Bawah Liga Super League Memanas, 3 Tim Terancam Degradasi

Klasemen Bawah Liga Super League Memanas, 3 Tim Terancam Degradasi

11
0
Klasemen Bawah Liga Super League

Persaingan klasemen bawah Liga Super League musim 2025/2026 memasuki fase paling menegangkan jelang berakhirnya kompetisi. Tiga tim besar, yakni Persis Solo, Madura United, dan PSM Makassar masih dibayangi ancaman degradasi ke Liga Championship musim depan.

Situasi di klasemen bawah Liga Super League berubah panas setelah Persis Solo sukses meraih kemenangan penting 1-0 atas Dewa United di Stadion Manahan pada pekan ke-33. Hasil itu membuat persaingan zona merah semakin ketat hingga laga terakhir musim ini.

Saat ini, klasemen bawah Liga Super League masih menyisakan satu slot degradasi yang belum terkunci. Kondisi tersebut membuat tiga tim di papan bawah harus berjuang habis-habisan demi bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Persis Solo Masih Dalam Tekanan

klasemen bawah liga super league
Sumber Gambar: iLeague

Di tengah ketatnya klasemen bawah Liga Super League, Persis Solo menjadi tim yang paling tertekan. Laskar Sambernyawa kini berada di posisi ke-16 dengan koleksi 31 poin dari 33 pertandingan.

Kemenangan atas Dewa United memang membuka peluang bertahan, tetapi situasi Persis belum sepenuhnya aman karena mereka hanya menyisakan satu pertandingan musim ini. 

Tim asuhan Milomir Seslija wajib meraih hasil maksimal saat menghadapi Persita Tangerang pada laga pamungkas.

Pelatih Persis, Milomir Seslija, menegaskan timnya belum menyerah dalam perburuan lolos dari degradasi. Ia menyebut kemenangan atas Dewa United menjadi bukti bahwa mental pemain masih terjaga hingga akhir musim.

Bek asing Persis, Luca Dumancic, juga menyatakan optimisme timnya untuk tetap bertahan di Super League musim depan. Kepercayaan diri pemain meningkat setelah berhasil menumbangkan salah satu tim papan atas musim ini.

Tekanan di klasemen bawah Liga Super League semakin berat karena Persis tidak lagi memiliki banyak ruang untuk kehilangan poin. Nasib mereka juga bergantung pada hasil yang diraih rival langsung di pekan tersisa.

Baca juga: Persib Bandung Kena Denda Rp3,5 Miliar dari AFC, Ini Penyebabnya

Madura United Punya Dua Laga Penentuan

klasemen bawah liga super league
Sumber Gambar: iLeague

Berbeda dengan Persis Solo, Madura United masih memiliki dua pertandingan tersisa. Klub asal Pulau Garam itu kini mengoleksi 32 poin dan berada satu tingkat di atas Persis Solo.

Madura United dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta dalam laga krusial pekan ke-33. Pertandingan tersebut dianggap sebagai laga hidup mati karena kemenangan akan sangat menentukan posisi mereka di klasemen bawah Liga Super League.

Caretaker pelatih Madura United, Rakhmat Basuki, menegaskan target timnya adalah meraih kemenangan agar tidak bergantung pada hasil tim lain di pekan terakhir.

Selain itu, Madura United juga membawa misi balas dendam setelah kalah 0-3 dari PSIM Yogyakarta pada pertemuan pertama musim ini. Faktor motivasi tersebut diprediksi membuat pertandingan berjalan sengit sejak menit awal.

Jika gagal menang, posisi Madura United di klasemen bawah Liga Super League bisa semakin berbahaya karena Persis Solo masih berpeluang menyalip apabila meraih kemenangan pada laga terakhir.

Baca juga: 4 Pemain Liga Indonesia yang Layak Masuk TC Timnas RI

PSM Makassar Belum Sepenuhnya Aman

klasemen bawah liga super league
Sumber Gambar: iLeague

Sementara itu, PSM Makassar juga belum bisa bernapas lega. Tim berjuluk Juku Eja kini mengoleksi 34 poin dan masih harus menjalani dua pertandingan berat.

PSM akan menghadapi Persib Bandung sebelum bertemu Madura United pada laga terakhir musim ini. Duel kontra Madura United diprediksi menjadi pertandingan penentuan dalam persaingan klasemen bawah Liga Super League.

Meski sejumlah laporan menyebut PSM berada dalam posisi lebih aman karena unggul head to head atas Persis Solo, tekanan tetap ada mengingat selisih poin yang masih tipis.

PSM juga harus berhati-hati karena kekalahan beruntun di dua laga sisa dapat membuat posisi mereka kembali terancam. Situasi ini membuat pertandingan pekan terakhir berpotensi menjadi “final” sesungguhnya di papan bawah.