Beranda Unggulan 4 Alasan Mengapa Ajax Amsterdam Resmi Rekrut Maarten Paes

4 Alasan Mengapa Ajax Amsterdam Resmi Rekrut Maarten Paes

31
0
kiper Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026

Kiper andalan Timnas Indonesia, Maarten Paes, resmi berganti klub pada bursa transfer musim dingin 2025/2026. Setelah tampil impresif di Major League Soccer (MLS) bersama FC Dallas, Paes memutuskan kembali ke tanah kelahirannya, Belanda, untuk membela Ajax Amsterdam.

Menurut laporan media Belanda, Algemeen Dagblad, Ajax merogoh kocek sekitar €1 juta atau setara Rp20 miliar demi menebus Maarten Paes dari FC Dallas. Pemain berusia 27 tahun ini diikat kontrak jangka panjang hingga Juni 2029.

Lantas, apa yang membuat klub sebesar Ajax begitu yakin memboyong kiper kebanggaan Indonesia ini? Berikut adalah ulasan lengkapnya.

1. Kebutuhan Mendesak di Sektor Penjaga Gawang

Keputusan Ajax bergerak cepat di bursa transfer musim dingin tidak lepas dari situasi di bawah mistar gawang. Saat ini, posisi kiper utama Ajax masih dipercayakan kepada Vitezslav Jaros. Namun, Jaros berstatus pemain pinjaman dari Liverpool dan dipastikan kembali ke Inggris pada akhir musim.

Di sisi lain, kiper cadangan Remko Pasveer sudah berusia 42 tahun dan berada di penghujung karier profesionalnya. Kondisi ini membuat Ajax membutuhkan sosok kiper berpengalaman yang mampu menghadirkan stabilitas dan kesinambungan, baik dalam jangka pendek maupun menengah.

Maarten Paes dinilai memenuhi kriteria tersebut. Ia berada di usia matang untuk seorang penjaga gawang, memiliki jam terbang tinggi, serta terbiasa tampil sebagai figur penting di dalam tim. Meski tidak langsung dijanjikan posisi kiper utama, Ajax telah menyiapkan peran jelas bagi Paes untuk memperkuat departemen penjaga gawang secara menyeluruh.

2. Sudah Dipantau Selama Dua Tahun

Rekrutmen Maarten Paes bukan hasil pengamatan singkat. Ajax disebut telah memantau kiprah Paes selama hampir dua tahun terakhir, sejak ia tampil konsisten bersama FC Dallas di MLS.

Penilaian Ajax tidak hanya bertumpu pada statistik penyelamatan atau jumlah clean sheet. Klub juga mencermati sikap Paes di dalam tim, etos kerjanya dalam latihan, serta pengaruhnya terhadap rekan-rekan setim.

Selama berseragam FC Dallas, Paes tampil stabil, dipercaya menjadi kapten, dan bahkan masuk dalam jajaran MLS All-Star. Di internal klub, ia dikenal sebagai pemain dengan mentalitas atlet elite, disiplin tinggi, dan mampu memberi contoh positif di ruang ganti. Karakter ini dinilai sangat cocok dengan kultur Ajax yang sarat pemain muda.

Baca Juga: Persib Jadi Tim Termahal Liga 1 Usai Rekrut Kurzawa, Kok Bisa?

3. Momentum Tepat di Bursa Transfer Musim Dingin

Faktor waktu turut memainkan peran penting dalam transfer ini. Kompetisi MLS sedang memasuki masa jeda, sehingga FC Dallas lebih terbuka untuk bernegosiasi. Ajax pun melihat momentum tersebut sebagai kesempatan ideal untuk mengamankan kiper yang sudah mereka kenal luar dalam.

Dengan nilai transfer sekitar satu juta euro, Ajax mendapatkan pemain yang sudah sangat mengenal atmosfer sepak bola Belanda karena merupakan alumnus NEC Nijmegen dan FC Utrecht.

4. Faktor Kedekatan dengan Jordi Cruyff

Transfer Maarten Paes juga tidak lepas dari peran Jordi Cruyff, Direktur Teknis Ajax. Jordi memiliki pemahaman mendalam tentang sepak bola Indonesia dan profil Paes, mengingat perannya sebagai penasihat PSSI.

Selain itu, asisten pelatih Ajax, Denny Landzaat, juga mengenal karakter Paes dari pengalamannya di lingkungan Timnas Indonesia. Rekomendasi positif dari figur internal inilah yang semakin menguatkan keyakinan manajemen Ajax.

Kini, dengan koleksi 10 caps bersama Timnas Indonesia, Maarten Paes diharapkan tidak hanya menjadi pelapis, tetapi juga figur pemimpin yang memperkuat fondasi tim lewat profesionalisme dan standar kerja tinggi.