
Persija temukan pemain berkualitas lewat pendekatan berbeda dalam bursa transfer Liga 1. Tim ibu kota tidak selalu mengandalkan pemain mahal, tetapi memaksimalkan peluang dari klub yang berada di zona degradasi.
Langkah ini terbukti efektif dalam memperkuat skuad tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Selain itu, pemain yang direkrut tetap mampu memberikan kontribusi signifikan di lapangan.
Strategi Transfer Anti-Mainstream Persija
Dalam beberapa musim terakhir, cara Persija temukan pemain berkualitas adalah dengan memantau performa individu dari tim yang performanya menurun.
Pemain dari klub degradasi tetap memiliki statistik yang bisa diandalkan, meski timnya gagal bertahan di Liga 1.
Salah satu contoh datang dari Barito Putera yang harus turun kasta pada musim 2024/2025. Dari situ, Persija melihat peluang untuk merekrut pemain yang masih memiliki kualitas.
Pendekatan ini dilakukan berdasarkan data performa, bukan hanya reputasi tim. Dengan demikian, pemain yang direkrut tetap sesuai kebutuhan taktik tim.
Eksel Runtukahu, Bukti Nyata Cara Persija Temukan Permain Berkualitas lewat Degradasi

Nama Eksel Runtukahu jadi contoh paling konkret bagaimana Persija temukan pemain berkualitas dari klub degradasi. Eksel sebelumnya bermain untuk Barito Putera yang harus turun ke Liga 2 pada musim 2024/2025
Nama Eksel Runtukahu menjadi bukti nyata. Setelah direkrut dari Barito Putera, ia langsung memberikan dampak bagi Persija.
Setelah direkrut Persija pada 2025, Eksel menunjukkan peningkatan signifikan.
- Mencetak 6 gol dari 18 penampilan
- Menjadi salah satu opsi lini depan paling produktif
- Sempat mencetak brace dalam kemenangan besar Persija
Performa tersebut membuktikan bahwa pemain dari tim degradasi tetap bisa bersinar jika ditempatkan di sistem yang tepat.
Baca juga: Daftar Pemain Terbaik Liga 1 Sejak 2017, Siapa MVP Musim Ini?
Alternatif Efisiensi di Bursa Transfer
Strategi degradasi ini menjadi alternatif dalam menghadapi tingginya biaya transfer pemain. Klub tidak perlu bersaing untuk mendapatkan pemain dengan harga tinggi.
Sebaliknya, Persija temukan pemain berkualitas dengan memanfaatkan pemain yang memiliki nilai pasar lebih rendah, tetapi tetap kompetitif secara statistik.
Cara ini juga memberi keuntungan dalam manajemen keuangan klub. Anggaran bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain tanpa mengurangi kualitas tim.
Potensi Transfer Berikutnya: Ruyery Blanco

Setelah sukses dengan Eksel, pendekatan serupa kembali menjadi sorotan. Nama Ruyery Blanco dari PSBS Biak mulai mencuat sebagai kandidat berikutnya.
Meskipun PSBS Biak berada dalam posisi sulit dan terancam degradasi, performa Blanco cukup menonjol:
- 10 gol dan 2 assist
- Kontribusi gol mencapai 46 persen
Statistik tersebut menunjukkan bahwa pemain dari tim papan bawah tetap bisa tampil optimal secara individu. Jika direkrut, Blanco berpotensi menjadi “Eksel Runtukahu versi berikutnya”.
Kondisi ini kembali menegaskan pola lama di mana Persija temukan pemain berkualitas dari situasi klub yang tidak stabil.
Perbandingan Performa Pemain
Dalam analisis performa, Blanco bahkan memiliki nilai rating yang kompetitif. Data menunjukkan rating-nya berada di angka 7,12, sedikit lebih tinggi dibandingkan beberapa pemain lain di posisi serupa.
Hal ini memperlihatkan bahwa performa individu tetap menjadi indikator utama dalam perekrutan pemain. Klub tidak hanya melihat posisi tim di klasemen, tetapi juga kontribusi pemain secara langsung.
Dengan pendekatan ini, Persija temukan pemain berkualitas berdasarkan dengan data yang terukur. Apa yang dilakukan Persija saat ini bisa menjadi blueprint baru dalam dunia transfer Liga 1.
Kenapa Strategi Ini Bisa Berhasil?
Ada beberapa alasan kenapa pendekatan ini efektif:
- Harga lebih terjangkau dibanding pemain bintang
- Motivasi tinggi dari pemain yang ingin bangkit
- Data performa jelas, meski timnya gagal
- Minim risiko, karena sudah teruji di kompetisi
Dengan kombinasi tersebut, tidak heran jika Persija temukan pemain berkualitas dari klub degradasi menjadi strategi yang semakin relevan di era sepak bola modern.
Baca juga: Daftar Pemain Terbaik Liga 1 Sejak 2017, Siapa MVP Musim Ini?
Dampak terhadap Komposisi Tim Persija Jakarta
Kehadiran pemain seperti Eksel memberikan variasi dalam komposisi skuad. Persija memiliki opsi tambahan di lini serang tanpa harus bergantung pada satu pemain saja.
Selain itu, rotasi pemain menjadi lebih fleksibel karena kualitas antar pemain relatif merata. Hal ini penting dalam menghadapi jadwal kompetisi yang padat.
Dengan kondisi tersebut, Persija temukan pemain berkualitas tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga memperkuat struktur tim secara keseluruhan.
Adapun perekrutan pemain tetap disesuaikan dengan kebutuhan tim. Persija tidak hanya mencari pemain berbakat, tetapi juga yang sesuai dengan sistem permainan.
Melalui cara ini, Persija temukan pemain berkualitas dengan mempertimbangkan aspek teknis dan kebutuhan taktik di lapangan.







