
Mihailo Perovic memulai babak baru dalam kariernya di Indonesia dengan tantangan yang tidak terduga. Didatangkan untuk menjadi mesin gol Persebaya Surabaya, striker asal Montenegro ini secara terbuka mengakui beratnya persaingan di BRI Super League 2025/2026.
Adaptasi dengan ritme permainan dan atmosfer kompetisi yang ketat menjadi ujian awal bagi sang penyerang. Perjalanan awal Mihailo Perovic bersama tim Bajul Ijo memang belum mulus.
Dari enam laga yang telah dilakoni, ia baru berhasil menyumbangkan satu gol. Angka ini tentu menjadi sorotan, terutama jika dibandingkan dengan reputasi mentereng yang ia bawa dari Eropa. Ekspektasi tinggi yang disematkan di pundaknya kini menjadi sebuah tekanan yang harus segera ia taklukkan di lapangan hijau.
Tantangan Adaptasi Mihailo Perovic di Liga Indonesia
Atmosfer sepak bola Indonesia yang kompetitif memberikan kejutan tersendiri bagi Mihailo Perovic. Ia mengaku kualitas liga domestik jauh melampaui apa yang dibayangkan sebelumnya, menuntut para pemain asing untuk bekerja ekstra keras agar bisa menyatu dengan permainan.
“Sulit untuk mengatakannya, tidak mudah bermain sepak bola di sini (Indonesia). Kualitas liga sangat bagus. Tidak seperti yang kami bayangkan ketika kami datang ke sini,” ungkap Mihailo Perovic.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa proses penyesuaian bukan hanya soal teknis, tetapi juga mental. Ia harus cepat belajar memahami karakter permainan tim-tim lawan, kondisi lapangan yang beragam, serta tekanan dari para suporter yang begitu besar.
Tantangan ini bukan hanya dihadapi oleh Mihailo Perovic seorang. Banyak pemain Eropa yang membutuhkan waktu untuk bisa bersinar di kompetisi Asia Tenggara. Perbedaan gaya bermain, cuaca, dan budaya menjadi faktor-faktor yang seringkali menghambat performa awal. Namun, sang striker menolak untuk menjadikan ini sebagai alasan.
Baca Juga: Nestapa Awal Musim Persis Solo: Asa di Pundak Tanaka
Kilas Balik Ketajaman di Eropa
Melihat statistik Mihailo Perovic sebelum bergabung dengan Persebaya, wajar jika Bonek dan Bonita menaruh harapan besar. Reputasinya sebagai pencetak gol ulung sudah terbukti di liga utama Montenegro.
Sebelum berlabuh di Surabaya, karier Mihailo Perovic dihiasi dengan catatan gol yang impresif. Berikut adalah beberapa jejak kariernya di Eropa:
Puncak Karier di FK Jezero
Musim kompetisi sebelumnya menjadi panggung pembuktian bagi Mihailo Perovic. Saat berseragam FK Jezero, ia tampil begitu tajam dengan mengoleksi 16 gol dari 35 penampilan. Torehan ini tidak hanya krusial bagi tim, tetapi juga menempatkannya dalam jajaran pencetak gol terbanyak di liga. Ketajamannya di depan gawang lawan adalah modal utama yang membuatnya dilirik oleh Persebaya.
Pengalaman di Berbagai Kompetisi Eropa
Karier Mihailo Perovic tidak terbatas di satu negara. Ia telah malang melintang di tujuh klub berbeda di benua biru. Pengalamannya bermain untuk Zorya Lugansk di Ukraina dan NK Olimpija Ljubljana di Republik Ceko memberinya pemahaman tentang berbagai gaya sepak bola. Selain itu, striker berusia 28 tahun ini juga merupakan jebolan tim nasional, pernah membela Montenegro di level U-17, U-19, hingga U-21.
Dukungan Penuh dari Sang Pelatih
Di tengah sorotan tajam terhadap produktivitas golnya, Mihailo Perovic mendapatkan pembelaan dan dukungan penuh dari pelatih kepala Persebaya, Eduardo Perez. Sang pelatih melihat kontribusi pemainnya dari perspektif yang lebih luas, tidak hanya dari jumlah gol yang dicetak.
Eduardo Perez menegaskan bahwa peran Mihailo Perovic sangat vital dalam skema permainan tim. “Mіhаіlо bаgі saya adalah реmаіn yang sangat реntіng. Orаng-оrаng hаnуа mеlіhаt dari sisi mеnсеtаk gоl, tapi dіlіhаt dаrі ѕіѕі lаіn banyak transisi аtаu реluаng уаng terjadi kаrеnа dіа bisa mеngоntrоl bola dengan ѕаngаt bаіk,” ujаr Perez.
Kemampuan Perovic dalam menahan bola, membuka ruang, dan membangun serangan dianggap sebagai aset berharga yang seringkali luput dari pandangan penonton awam.
Kepercayaan sang pelatih tidak pernah luntur. Ia yakin bahwa hanya masalah waktu sebelum Mihailo Perovic menemukan kembali sentuhan terbaiknya. “Mihailo akan memberi kami banyak kabar baik. Saya percaya 100 persen padanya. Dia pemain уаng fаntаѕtіѕ, dаn semua аkаn lіhаt ѕеndіrі nаntі,” tambahnya dеngаn орtіmіѕtіѕ.
Janji untuk Bangkit dan Momentum Laga Berikutnya
Meski mengakui kesulitan yang dihadapi, Mihailo Perovic menunjukkan mentalitas pejuang. Ia tidak akan menyerah pada keadaan dan berjanji untuk bekerja lebih keras demi memberikan kontribusi maksimal bagi tim kebanggaan Arek-Arek Suroboyo.
“Perlu lebih banyak meningkatkan diri, untuk menunjukkan lebih banyak kepada para penggemar kami. Tetapi kami tahu apa yang kami lakukan. Dan kami akan melakukan lebih banyak, lebih baik dan lebih baik lagi,” tegasnya penuh tekad.
Ujian sesungguhnya bagi Mihailo Perovic akan datang pada laga pekan kesembilan. Persebaya dijadwalkan akan menjamu rival klasiknya, Persija Jakarta, di Stadion Gelora Bung Tomo pada 18 Oktober 2025.
Pertandingan besar ini bisa menjadi panggung yang sempurna baginya untuk membungkam semua keraguan dan membuktikan bahwa ketajamannya belum habis. Gol di laga ini tidak hanya akan berarti tiga poin bagi tim, tetapi juga menjadi suntikan kepercayaan diri yang sangat ia butuhkan.








